Benarkah Insomnia Bikin Frustasi? Begini Penjelasannya!

Insomnia memang bisa menyebabkan frustrasi karena memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan, mulai dari kesehatan fisik hingga mental. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, stres, dan bahkan gangguan emosi yang lebih serius.

Benarkah Insomnia Bikin Frustasi? Begini Penjelasannya!

Insomnia dapat menyebabkan frustrasi karena memengaruhi suasana hati dan kualitas hidup. Insomnia, atau gangguan tidur, memang bisa sangat membuat frustasi.

Banyak orang yang mengalami kesulitan tidur merasa lelah secara fisik dan mental, namun tetap terjaga sepanjang malam.

Banyak orang yang justru memiliki banyak pikiran, bahkan overthingking ketika akan tidur. Sebenarnya ini lumrah terjadi karena saat malam tiba, otak akan mencerna segala hal yang telah dilalui seharian. Karena itu, semua seperti “berputar” atau “berlari” di kepala dan membuat Anda susah tidur. 

Ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur seringkali disebut dengan insomnia. Namun ternyata insomnia lebih dari kesulitan untuk tidur saja. Kondisi ini seringkali ditemukan pada usia produktif. Namun tidak menutup kemungkinan dapat juga ditemukan pada rentang usia lainnya.

Insomnia juga merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur hingga saat terbangun menjadi sulit untuk tidur kembali.

Secara garis besar, kondisi insomnia bisa dibagi menjadi kategori akut dan kronis. Yang membedakan kedua kategori ini adalah durasi keluhan yang dialami. 

Insomnia akut, keluhan biasanya bersifat sementara dan dipicu oleh faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi pola tidur seseorang. Stres adanya masalah besar yang sedang dihadapi hingga jadwal bekerja yang tidak teratur dapat mempengaruhi pola tidur seseorang, hingga menyebabkan insomnia. 

Sedangkan insomnia kronis biasanya berlangsung dengan durasi keluhan yang lebih lama, yaitu sekitar 3 bulan atau lebih dan setidaknya terjadi sebanyak 3 kali dalam seminggu. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui durasi keluhan untuk dapat membantu diagnosis dan penanganan lebih lanjut. 

Kesimpulannya, insomnia atau kesulitan tidur, dapat menyebabkan frustasi yang signifikan bagi penderitanya. Ketika tubuh dan pikiran tidak mendapatkan istirahat yang cukup, disinilah kualitas hidup bisa terganggu.

Mulai dari penurunan produktivitas hingga masalah emosional seperti kecemasan dan stres. Frustasi akibat insomnia muncul karena semakin banyak orang yang merasa tidak dapat mengontrol masalah tidur mereka, bahkan setelah mencoba berbagai solusi.

Penting untuk memahami bahwa insomnia tidak hanya soal kurang tidur, tetapi juga soal kualitas tidur yang terganggu. Untuk itu, penting untuk mencari penyebab yang mendasarinya agar insomnia bisa diatasi secara efektif.

Jika kondisi ini terus berlanjut, jangan ragu untuk mencari bantuan medis agar mendapatkan solusi yang tepat.

Jadi, jika Anda sering mengalami insomnia, jangan biarkan frustrasi menguasai diri. Mulailah dengan mengubah kebiasaan tidur dan menjaga keseimbangan hidup agar mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.


Penulis : Sela Al Aini