Rekomendasi Latihan Low-Impact untuk Lansia agar Terhindar dari Cedera
Lansia bisa tetap bugar tanpa membebani persendian lewat latihan low-impact. Berikut beberapa rekomendasinya dan tips penting agar latihan makin nyaman.
Lansia membutuhkan aktivitas fisik yang aman namun tetap efektif menjaga kesehatan tubuh. Low-impact exercise menjadi pilihan terbaik karena tidak memberikan tekanan berlebih pada persendian, sehingga risiko cedera dapat diminimalkan.
Latihan jenis ini mampu meningkatkan mobilitas, kekuatan, keseimbangan, serta kesehatan jantung secara bertahap tanpa menimbulkan beban berlebihan. Fokus pada gerakan lembut dan ritme perlahan membuat lansia tetap aktif dan bugar sepanjang hari.
Mengapa Latihan Low-Impact Penting untuk Lansia
Kesehatan fisik lansia cenderung lebih rentan terhadap penurunan massa otot, gangguan keseimbangan, hingga risiko osteoporosis. Low-impact exercise membantu memperlambat penurunan fungsi tubuh tanpa memaksa persendian bekerja terlalu keras.
Aktivitas ini juga meningkatkan aliran darah, menjaga kekuatan otot, serta mendukung kesehatan mental dengan merangsang pelepasan hormon endorfin. Latihan yang tepat mampu mendukung kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas harian.
1. Jalan Kaki
Jalan kaki menjadi latihan paling direkomendasikan untuk lansia karena mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Intensitas dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh, mulai dari berjalan santai hingga sedikit lebih cepat. Durasi ideal berkisar antara 15–30 menit per sesi.
Manfaatnya meliputi peningkatan kekuatan kaki, kesehatan jantung, serta kelancaran sirkulasi darah. Rutin berjalan kaki juga membantu menjaga suasana hati tetap stabil dan mencegah rasa kaku pada persendian.
2. Senam Lansia
Senam lansia menawarkan rangkaian gerakan yang dirancang khusus untuk kebutuhan tubuh usia lanjut. Gerakannya fokus pada peregangan, penguatan otot, serta peningkatan keseimbangan. Latihan ini aman dilakukan di rumah maupun pusat kebugaran.
Senam lansia juga membantu meningkatkan koordinasi tubuh dan mencegah risiko jatuh. Instruktur profesional biasanya memberikan variasi gerakan sesuai kemampuan, sehingga lansia dapat mengikuti tanpa tekanan berlebihan.
3. Tai Chi
Tai chi dikenal sebagai latihan low-impact yang menggabungkan gerakan lembut, pernapasan teratur, dan fokus pikiran. Latihan ini sangat efektif meningkatkan keseimbangan serta fleksibilitas tubuh lansia.
Gerakan yang mengalir perlahan membuat tai chi aman dilakukan bahkan bagi pemula. Studi menunjukkan bahwa rutinitas tai chi dapat mengurangi risiko jatuh, memperbaiki koordinasi otot, dan meningkatkan ketenangan mental.
4. Bersepeda Statis
Bersepeda statis memberikan latihan kardio tanpa memberikan tekanan berlebih pada lutut dan pinggul. Lansia dapat mengatur kecepatan dan resistensi sesuai kenyamanan tubuh.
Aktivitas ini memperkuat otot paha, betis, serta melatih stamina jantung dan paru-paru. Kursi dan pegangan yang stabil membuat latihan tetap aman, bahkan untuk lansia dengan masalah keseimbangan.
5. Latihan di Air (Aqua Fitness)
Latihan air menjadi rekomendasi unggulan karena sifat air dapat mengurangi beban tubuh hingga 50–70 persen. Aktivitas seperti berjalan dalam air, water aerobics, hingga berenang santai sangat ramah untuk persendian.
Air memberikan resistensi alami sehingga otot tetap bekerja tanpa risiko cedera. Selain menjaga kesehatan fisik, latihan air mampu memberikan efek relaksasi bagi pikiran.
6. Yoga Ringan
Yoga ringan membantu melatih fleksibilitas, pernapasan, dan keseimbangan tubuh. Gerakan yoga dapat disesuaikan dengan kemampuan individu, termasuk yoga kursi untuk lansia dengan mobilitas terbatas.
Rutinitas yoga membantu mengurangi rasa kaku pada otot, meningkatkan fokus, dan mengurangi stres. Keuntungan lainnya adalah peningkatan kestabilan tubuh saat melakukan aktivitas harian.
BACA JUGA: Tips Menyesuaikan Diet untuk Lansia Agar Tetap Sehat dan Bugar
Tips Penting agar Lansia Berolahraga Lebih Aman

Latihan low-impact tetap membutuhkan perhatian khusus agar manfaatnya maksimal. Berikut tips pentingnya:
- Lakukan pemanasan 5–10 menit sebelum latihan.
- Gunakan sepatu dan pakaian yang mendukung pergerakan selama latihan.
- Sediakan air minum untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Berhenti jika muncul rasa pusing, nyeri dada, atau kelelahan berlebih.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan baru.
- Sebaiknya selama latihan lansia memiliki pendamping.
BACA JUGA: Resep Tahu Kuah Ayam
Kesimpulannya, latihan low-impact seperti jalan kaki dan lainnya seperti yang sudah disebutkan diatas, jika dilakukan secara konsisten dan tepat, dapat membantu lansia mempertahankan kemandirian, meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko cedera saat beraktivitas.